M. H. Mutahar

Dari Wikipedia baso Minang, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
M. Husein Mutahar
H. Mutahar.jpg
Duta Gadang di Vatikan
Maso jabatan
1969–1973
Presiden Soeharto
Sekretaris Jenderal Departemen Lua Nagari
Maso jabatan
1974–1974
Pandiri Paskibraka
Maso jabatan
1946–1973
Presiden Soekarno
Data paribadi
Lahia 5 Agustus 1916
Flag of the Netherlands.svg Semarang, Jawa Tengah, Hindia Balando
Wafaik 6 Juni 2004 (umua 87)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kabangsaan Indonesia
Karajo Pambuek lagu
Agamo Islam

M. Husein Mutahar (lahia di Semarang, Jawa Tengah, 5 Agustus 1916 – maningga di Jakarta, 9 Juni 2004 pado umua 87 taun), atau labiah dikenal jo namo H. Mutahar, adolah saurang komponis musik Indonesia, tautamo untuak kategori lagu kabangsoan jo anak-anak.

Lagu ciptaannyo nan populer adolah hymne Syukur (dipakenalan Januari 1945) jo mars Hari Merdeka (1946).[1] Karya tarakhianyo, Dirgahayu Indonesiaku , manjadi lagu rasmi ulang taun ka-50 Kamerdekaan Indonesia.[1] Lagu anak-anak ciptaannyo, antaro lain: "Gembira", "Tepuk Tangan Silang-silang", "Mari Tepuk", "Slamatlah", "Jangan Putus Asa", "Saat Berpisah", jo "Hymne Pramuka".[2]

Karier[suntiang | suntiang sumber]

Ia mengecap pendidikan setahun di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada periode 1946-1947,[3] setelah tamat dari MULO B (1934) dan AMS A-I (1938).[3] Pada tahun 1945, Mutahar bekerja sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI di Jogjakarta, kemudian menjadi pegawai tinggi Sekretariat Negara di Jogjakarta (1947).[3] Selanjutnya, ia mendapat jabatan-jabatan yang meloncat-loncat antardepartemen. Puncak kariernya barangkali adalah sebagai Duta Besar RI di Tahta Suci (Vatikan) (1969-1973).[3] Ia diketahui menguasai paling tidak enam bahasa secara aktif. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Penjabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (1974).[3]

Kepanduan[suntiang | suntiang sumber]

Mutahar aktif dalam kegiatan kepanduan. Ia adalah salah seorang tokoh utama Pandu Rakyat Indonesia,[2] gerakan kepanduan independen yang berhaluan nasionalis. Ia juga dikenal anti-komunis. Ketika seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, Mutahar juga menjadi tokoh di dalamnya. Namanya juga terkait dalam mendirikan dan membina Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tim yang beranggotakan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Paskibraka[suntiang | suntiang sumber]

Sebagai salah seorang ajudan Presiden, Mutahar diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan, 17 Agustus 1946.[4] Menurut pemikirannya, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia. Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta (tiga laki-laki dan dua perempuan) sebagai wakil daerah mereka.[4]

Pada tahun 1967, sebagai direktur jenderal urusan pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Mutahar diminta Presiden Soeharto untuk menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka.[4] Tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu; kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera; kelompok 45 sebagai pengawal. Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.[4]

Keluarga[suntiang | suntiang sumber]

H. Mutahar tidak menikah, namun mempunyai 8 anak semang (6 laki-laki dan 2 perempuan). Sebagian merupakan ”se­rahan” dari ibu mereka —yang janda— atau bapak me­reka —beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Ada pula bapak/ibu yang sukarela menyerahkan anaknya untuk diakui sebagai anak sendiri. Semua sudah beru­mah tangga dan mempunyai 15 orang cucu (7 laki-laki dan 8 perempuan).

Meninggal dunia[suntiang | suntiang sumber]

Mutahar meninggal dunia di Jakarta pada usia hampir 88 tahun, 9 Juni 2004 akibat sakit tua. Selama hidupnya ia tidak pernah menikah. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.[1]

Referensi[suntiang | suntiang sumber]

  1. a b c "H Mutahar Telah Pergi ", 10 Juni 2004. Diarsipkan dari aslinya, tanggal 2007-9-29. Diakses pado 17 Agustus 2012.
  2. a b "H. Mutahar - Potret Seorang Musikus Ulung". Purna Paskibraka Indonesia. 8 Pebruari 2009. http://paskibraka-jp.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=32:hmutaharpotretseorangmusikusulung&catid=4:tokoh&Itemid=2. Diakses pado 17 Agustus 2012. 
  3. a b c d e Ismail, Gunawan (2007). Kumpulan Lagu Nasional: Persembahan untuk Indonesiaku. Niaga Swadaya. p. 173. ISBN 9791133719, 9789791133715. 
  4. a b c d Pamuji, Kukuh (2010). "Komunikasi dan Edukasi di Museum Istana Kepresidenan Jakarta" (Magister). p. 114. http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/131472-T%2027477-Komunikasi%20dan%20edukasi-Analisis.pdf. 

Pranala luar[suntiang | suntiang sumber]

Templat:Pramuka-stub