Dodol rumput laut

Dodol rumput laut marupakan salah satu produk kuliner tradisional khas Lombok, Nusa Tenggara Barat, nan dikenal sabagai oleh-oleh populer bagi wisatawan. Camilan ko mamiliki tekstur kanyal jo cita rasa manih.[1]
Asal usul
[suntiang | suntiang sumber]Dodol ko barasal dari daerah pasisia Lombok nan mamiliki sumber daya rumput laut nan limoah. Dodol rumput laut kemudian barkembang sabagai komoditas unggulan nan mandukuang parakonomian lokal.[1] Dodol rumput laut, atau dikenal pulo sabagai Dodol Seaweed, marupakan salah satu produk pangan tradisional nan barbahan dasar rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Jenis ko dipilih karano mamiliki kandungan kappa karagenan jo proporsi amilopektin nan labiah tinggi dibandingkan ''Eucheuma spinosum'', sehingga mamberikan daya ikat nan labiah kuat jo manjadi sangat sesuai untuak diolah manjadi dodol.
Dalam proses pangolahan, rumput laut biaso dikaringkan dulu, kemudian diolah manjadi bubua padat nan dicampua jo gula serta bahan pambari aroma. Adonan nan dihasilkan kemudian dibungkuik dalam plastik jo bentuk khas dodol.[2]
Pengolahan Dodol Rumput Laut (Eucheuma cottonii)
[suntiang | suntiang sumber]Dodol rumput laut merupakan salah satu produk olahan tradisional berbasis sumber daya pesisir yang memanfaatkan rumput laut jenis Eucheuma cottonii sebagai bahan utama. Dalam proses pengolahan, digunakan 500 gram rumput laut yang dipadukan dengan bahan tambahan berupa tepung ketan (100 gram), air (70 mL), gula pasir (250 gram), santan (200 mL), vanili (1 sendok teh), serta pewarna makanan.
Tahapan produksi diawali dengan persiapan bahan baku, kemudian dilanjutkan dengan pencampuran seluruh komponen hingga membentuk adonan homogen. Penambahan tepung ketan berfungsi memperbaiki tekstur dodol agar tidak lembek, sekaligus mengendalikan sifat elastisitas yang dipengaruhi oleh kadar amilosa dan amilopektin (Haryadi, 1993). Proses pencampuran dilakukan dengan memperhatikan prinsip higiene, misalnya penggunaan sarung tangan untuk mencegah kontaminasi silang.
Setelah adonan tercampur merata, tahap berikutnya adalah pencetakan menggunakan loyang sebagai wadah. Adonan diletakkan dalam cetakan, kemudian dipadatkan hingga mencapai ukuran dan ketebalan yang seragam. Adonan yang telah dicetak didinginkan pada suhu kamar selama kurang lebih 30 menit. Proses pendinginan ini bertujuan untuk memadatkan tekstur serta memudahkan pemotongan sesuai bentuk yang diinginkan.[3]
Rujuakan
[suntiang | suntiang sumber]- 1 2 "Dodol Rumput Laut Lombok : Oleh-oleh Khas yang Unik dan Lezat" (dalam bahasa Indonesia). 2025-01-07. Diakses tanggal 2025-11-24.
- ↑ "Dodol Rumput Laut | JaSuDa.nET". jasuda.net. Diakses tanggal 2025-11-24.
- ↑ Pattipeilohy, Ariantje; Anggraini, Della (2023). "Teknik Pengolahan Dodol Rumput Laut (Eucheuma cottonii)". Teknik Pengolahan Dodol Rumput Laut (Eucheuma cottonii).